Kamis, 23 Juni 2022

Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Pengembangan Sekolah (14)



Kamis, 23 Juni 2022, saya mengikuti lokakarya ke-7 Program Sekolah Penggerak Angkatan I yang diikuti oleh kepala sekolah dan pengawas. Kegiatan yang dilaksanakan melalui zoom meet dibuka secara Nasional mulai pukul 08.30 wita.

Kegiatan Lokakarya 7, secara umum bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengawas dan kepala sekolah sebagai pendamping dan pemimpin pembelajaran di sekolah. 

Materi lokakarya pada kesempatan ini adalah keterlibatan orang tua dan masyarakat pada pengembangan sekolah

Materi ini penting mengingat pengembangan sekolah merupakan kerja tim yang melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan. Salah satu pihak itu adalah orang tua dan masyarakat.

Pengembangan sekolah sebagai kerja tim tidak mungkin dapat dilaksanakan secara utuh dan paripurna oleh satu komponen saja. Kepala sekolah tidak akan dapat mewujudkan visi sekolah sebagai dasar pengembangan sekolah tanpa melibatkan unsur-unsur yang berkepentingan baik unsur internal maupun eksternal sekolah.

Tujuan umum lokakarya diharapkan dapat memberikan keterampilan atau kompetensi kepala sekolah dan pengawas dalam pengembangan sekolah. 

Secara spesifik lokakarya ini mengemban tujuan khusus. Pertama, peserta lokakarya mampu memahami strategi pelibatan orang tua dan masyarakat dalam pengembangan sekolah secara berkesinambungan. 

Kedua, peserta lokakarya mampu merumuskan langkah-langkah untuk melibatkan orang tua dan masyarakat dalam pengembangan sekolah.

Praktek Baik Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat

Pada sesi awal, peserta diminta melakukan refleksi yang dimulai dari diri sendiri. Refleksi itu berhubungan dengan praktik baik yang telah dilakukan di masing-masing sekolah terkait dengan keterlibatan orang tua dan masyarakat. 

Refleksi itu meliputi beberapa hal. Pertama, bentuk keterlibatan orang tua/wali murid dan masyarakat selama ini dalam program sekolah dan bagaimana proses pelibatannya. Setiap peserta memiliki pengalaman yang khas. Hal ini dilatarbelakangi oleh perbedaan sosial dan kultur masyarakat pada setiap sekolah. 

Namun secara umum hasil refleksi peserta memperlihatkan persamaan. Jika persamaan itu dipadatkan dapat ditemukan fakta bahwa rerata wali murid memiliki keterlibatan yang berperan sebagai pemberi dorongan dan semangat kepada anak-anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. 

Hal ini ditunjukkan dengan adanya komunikasi sebagian besar orang tua dan guru secara intens dalam rangka tukar menukar informasi tentang proses dan hasil belajar siswa. Komunikasi ini terjadi ketika siswa mengalami kebuntuan ketika mendapatkan tugas sekolah yang harus diselesaikan di rumah.

Apa yang dilakukan orang tua di atas sebenarnya telah menempatkan dirinya sebagai pendamping, pengawas, dan sumber belajar siswa.

Masyarakat sendiri merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam pengembangan sekolah. Hasil refleksi pesrta menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dibuktikan dengan keikutsertaannya menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan. Sebagai contoh jika masyarakat menemukan adanya indikasi seseorang hendak melakukan sesuatu yang merugikan sekolah mereka akan berupaya melakukan pencegahan.

Secara umum, keterlibatan orang tua terwujud dalam dua bentuk, yaitu keterlibatan secara moral dan keterlibatan material. Secara moral orang tua memiliki andil dalam pengembangan sekolah. Orang tua, misalnya, sebagian besar melakukan koordinasi dengan guru kelas atau wali kelas dalam proses dan hasil belajar siswa. 

Secara material, dukungan orang tua juga tampak dalam partisipasi dalam pengadaan sarana prasarana sekolah. Dukungan material orang tua dan masyarakat pada setiap sekolah berbeda-beda. 

Pada sesi refleksi peserta juga berupaya menganalisis tantangan yang dihadapi sekolah saat proses pelibatan orang tua dan masyarakat sekaligus strategi yang pernah dilakukan dalam proses pelibatan tersebut.

Rancangan strategi pelibatan orang tua dan masyarakat

Materi lain dalam lokakarya ini adalah bagaimana membuat rancangan strategi dalam rangka peningkatan peran orang tua dan masyarakat. Pada kesempatan ini peserta lokakarya melakukan analisis program yang dilengkapi dengan detail program.

Berdasarkan hasil analisis atau penentuan program sekolah tersebut, peserta melakukan kajian bentuk dukungan yang diperlukan. Hasil kajian itu kemudian dijadikan landasan untuk menentukan pemangku kepentingan atau stakeholder yang dapat dilibatkan 

Paling tidak ada 3 type yang dapat dilakukan sekolah dalam pelibatan, yaitu, connect, engage, dan sustain.

Connect merupakan upaya sekolah membangun hubungan dengan orang tua dan dan masyarakat dalam rangka berpartisipasi mengembangkan satuan pendidikan. Misalnya, sekolah mengundang orang tua siswa hadir pada kegiatan orientasi siswa pada tahun pelajaran baru.

Engage sendiri merupakan upaya sekolah mengikutsertakan orang tua atau masyarakat dalam kesebagai pelatih seni tradisional di sekolah. Misalnya, Sekolah bekerja sama dengan orang tua untuk menjadi narasumber kegiatan parenting di sekolah. Contoh lainnya, sekolah bekerja sama dengan masyarakat setempat untu menjadi pelatih seni tradisional.

Sustain menjadi salah satu type pelibatan yang berupaya mempertahankan peran orang tua dan masyarakat dalam pengembangan sekolah. Salah satu contohnya ketika sekolah secara berkala mengundang komite sekolah untuk mendikusikan tentang program sekolah, kendala yang dihadapi, dan bentuk tindak lanjut yang dapat dilakukan


Lombok Timur, 23 Juni 2022


1 komentar:

  1. Kerja sama tentun orang tua paling utama dengan sekolah jadi kolaborasi dalam membina peserta didik yang paling utama agar tercapai cita cita yang di inginkan

    BalasHapus

Khalqi, Lautan, Gunung, dan Tantrum (23)

  Lahir 4 tahun silam menjelang Idul Adha 1439 H. Kelahirannya persis saat gempa menjadi trend bencana di Lombok Utara. Selama belasan hari ...