Selasa, 14 Juni 2022

Ahmad Hanif Rabbani (6)


Kurang lebih satu bulan sejak tangis pertamanya memecah keheningan fajar, saya belum menemukan nama yang tepat. Selama itu pula saya menelusuri huruf demi huruf di atas lembaran kitab suci al-Qur'an sampai akhirnya saya menemukan kata 'hanif' dan 'rabbani'. 

Kata "hanif" sering dihubungkan dengan Nabi Ibrahim AS. Kata itu diartikan sebagai orang yang berjalan menuju kebenaran dengan tulus. Rabbani mengandaikan seseorang yang memiliki pengetahuan agama luas dan mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan nyata.

Di depan dua kata itu saya melengkapinya dengan 'Ahmad' sehingga membentuk nama 'Ahmad Hanif Rabbani. Saya memilih kata Ahmad dengan harapan anak kedua saya ini tumbuh dengan mewarisi sifat-sifat Nabi Agung Muhammad SAW.

Bayi Hanif menjalani hidup dengan pertumbuhan agak berbeda. Beberapa bulan di awal kelahirannya, pertumbuhan fisiknya sedikit bermasalah. Dua sampai tiga bulan pertama pantat dan pahanya dibalut kulit kisut. Lengannya mengkerut karena hampir tidak berisi otot. Penyebabnya ASI kurang lancar.

Atas saran seorang tetangga bayi Hanif dijejali aik burak alias air tajin; cairan putih yang mendidih saat nasi dimasak. Tentu saja pemberian air tajin itu tidak dalam suhu tengah mendidih. Mulutnya bisa melepuh.

Saat konsultasi ke dokter, air tajin disarankan untuk tidak lagi diberikan. Menurut dokter, air tajin itu tidak mewakili ASI karena strukturnya agak keras untuk lambung bayi seusianya. Pada usia ini organ pencernaannya masih terlalu rawan. Namun petuah dokter masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri. Bayi Hanif tetap saja disuguhi tajin sebagai asupan tambahan di samping ASI yang datangnya tersendat.

Menariknya, kira-kira pada akhir bulan ke tiga tubuhnya mulai nampak berisi. Kaki tangannya terlihat lebih kekar. Pantat dan pahanya mengalami pemadatan hampir sempurna. Dadanya bidang. Pertumbuhannya membaik. Bayi Hanif yang kisut berubah menjadi bayi sehat. Tidak jelas apakah karena asupan ASI yang menderas. Atau mungkin juga dipicu air tajin. Entahlah. 

Bayi Hanif tumbuh menjadi Hanif kecil yang aktif. Seperti kebanyakan anak-anak, dia suka coba-coba. Saat berusia sekitar dua tahun dia pernah mencoba memasukkan baterai senter mainan ke dalam lubang telinganya. Baterainya sebesar biji kacang. Untung segera dibawa ke puskesmas dan berhasil dikeluarkan.

Sebagai ayah tentu saya hafal karakternya. Sesekali kalau sedang dirasuki malaikat bidang kebersihan dia suka menyapu, membersihkan tempat tidur, merapikan pakaian, dan cuci piring. Kerasukannya jarang-jarang. Akan tetapi seperti anak pada umumnya, mandi merupakan cobaan terbesarnya.

Satu hal yang cukup menyenangkan sebagai orang tua, di antara anak seusianya Hanif tergolong rajin memenuhi panggilan azan marbot kecuali azan subuh. Bangun paginya berat karena tidak taat pada Rhoma Irama yang melarang begadang. Dia punya kekuatan melek malam apalagi kalau berhadapan dengan game. Dan begitu ngantuk, tidurnya bagai kedebong pisang yang sudah tumbang dibabat.

Masih seperti bocah pada umumnya, soal jajan jangan ditanya. Kalau diberikan selembar 10 ribuan, 10 menit berikutnya sudah pindah ke tangan tukang cilok atau es krim tanpa kembalian.

Saat ini hanif sudah kelas 5. Dia memiliki kemampuan sosialisasi dengan teman sebayanya. Berbeda dengan kakaknya yang cenderung menutup diri dan jarang keluar rumah.

Lombok Timur, 15 Juni 2022

8 komentar:

  1. Luar biasa si Hanif...smg sehat terus ya anak shaleh...

    BalasHapus
  2. Semoga Kak Hanif selalu sehat, pinter n solih. Aamiin

    BalasHapus
  3. Ya,Allah...Semoga Adik Hanif menjadi anak yg Sholeh,pintar . Walaupun fisik seperti itu. Tetapi ada kelebihan dr dlm dirinya. Semangat ...untuk orang tua mempunya anak yg istimewa. Anak adalah titipan dari Allah. Tulisannya sangat menginspirasi ,luar biasa ..emak jadi ingin menangis membaca kisahnya ,😭😭😭😭😭

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah.. Hanif tumbuh jadi anak yang sehat, aktif, dan sholeh.

    BalasHapus
  5. Jadi ingat anakku yang kerap ngeyel kalau disuruh mandi,tapi hobi sama air. Trus kalau malaikat rajin datang...umminya pasti bahagia banget, semua dirapiin. Cucian piring juga beres...titip salam untuk Bang Hanif dari adik Faatih, Pak.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, Hanif sudah besar dan pintar. Semoga menjadi anak sesuai doa yang menempel pada namanya. Keren tulisannya, Pak.

    BalasHapus
  7. Anak Sholeh... Menjadi kebanggaan orang tua..
    Keren tulisannya pak

    BalasHapus

Khalqi, Lautan, Gunung, dan Tantrum (23)

  Lahir 4 tahun silam menjelang Idul Adha 1439 H. Kelahirannya persis saat gempa menjadi trend bencana di Lombok Utara. Selama belasan hari ...